Teleskop SPHEREx NASA Analisis Kandungan Gas dan Debu Koma Komet 3I ATLAS
Data yang diperoleh menunjukkan adanya kandungan debu, air, molekul organik, dan karbon dioksida. Pengamatan ini dilakukan pada Desember 2025, saat komet mengalami peningkatan kecerahan yang signifikan setelah melewati titik terdekat dengan Matahari.
Kemampuan Sensor Spektrofotometer SPHEREx
Teleskop luar angkasa ini memiliki kemampuan unik untuk melihat langit dalam 102 warna yang berbeda. Setiap warna mewakili panjang gelombang cahaya inframerah yang memberikan informasi spesifik mengenai objek kosmik.
Teknologi tersebut memungkinkan para ilmuwan mengidentifikasi berbagai gas dan debu yang terlihat pada koma 3I/ATLAS. Data ini membantu peneliti memahami bagaimana es purba pada objek antarbintang bereaksi terhadap panas Matahari selama perjalanan di tata surya.
Kolaborasi Global dalam Pengolahan Data
Misi SPHEREx dikelola oleh Jet Propulsion Laboratory (JPL) di California Selatan untuk Divisi Astrofisika NASA. Pengembangan teleskop dan bus pesawat ruang angkasa dilakukan oleh BAE Systems untuk mendukung operasional misi.
Analisis sains dilakukan oleh tim ahli dari 13 institusi di Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Taiwan. Tim ini dipimpin oleh Penyelidik Utama Jamie Bock dari Caltech dan Ilmuwan Proyek JPL Olivier Dore.
Seluruh kumpulan data SPHEREx kini tersedia secara bebas bagi kalangan ilmuwan maupun masyarakat umum melalui arsip IPAC di Caltech. Informasi ini diharapkan dapat memperluas wawasan mengenai sejarah alam semesta dan pembentukan es di ruang angkasa.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow