Menu
Close
Asatunews.co.id

Satu Berita Banyak Persepektif

BYD Motor Indonesia Kejar Target Produksi 150 Ribu Unit di Pabrik Subang Tahun 2026

BYD Motor Indonesia Kejar Target Produksi 150 Ribu Unit di Pabrik Subang Tahun 2026

Smallest Font
Largest Font

PT BYD Motor Indonesia sedang mempercepat pembangunan fasilitas manufaktur mereka di Subang, Jawa Barat. Pabrik tersebut dirancang untuk memiliki kapasitas produksi maksimal mencapai 150.000 unit kendaraan per tahun.

Kapasitas besar ini disiapkan untuk menopang pertumbuhan BYD di Indonesia. Langkah strategis tersebut sejalan dengan tren peningkatan minat konsumen terhadap penggunaan kendaraan listrik di pasar domestik.

Rencana Strategis Utilisasi Pabrik

BYD berharap keberadaan basis produksi dalam negeri dapat meningkatkan fleksibilitas pemenuhan kebutuhan pasar. Selain itu, fasilitas ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem industri otomotif nasional secara menyeluruh.

"Ya, tentunya karena kita sudah berbasis manufaktur dan industri, kita ingin utilisasi dari manufaktur itu teroptimal dengan baik," ujar Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, kepada wartawan, Sabtu (07/02/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan di sela-sela pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran. Luther menegaskan bahwa pembangunan pabrik bukan sekadar menghadirkan fasilitas fisik produksi.

Spesifikasi PabrikDetail Informasi
LokasiSubang, Jawa Barat
Kapasitas Produksi150.000 Unit / Tahun
Target UtilisasiKondisi Optimal (100%)
Fokus ProdukKendaraan Listrik (EV)

Pembangunan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang BYD di Indonesia. Perusahaan menargetkan tingkat pemanfaatan atau utilisasi pabrik bisa mendekati kondisi ideal sesuai dengan kapasitas yang telah dipasang.

"Saat ini, kami membangun fasilitas manufaktur yang berkapasitas 150.000 unit per tahun. Artinya, kami ingin berjuang untuk utilisasi itu dioptimalkan, paling tidak mendekati jumlah kondisi optimal," kata Luther, Sabtu (07/02/2026).

Keseimbangan Pasokan dan Permintaan

Manajemen BYD menjelaskan bahwa jumlah produksi harian akan disesuaikan dengan volume permintaan pasar. Hal ini dilakukan demi menjaga keseimbangan rantai pasok dan efisiensi operasional perusahaan.

Langkah pengendalian produksi tersebut dianggap krusial untuk menghindari penumpukan unit kendaraan. Penumpukan stok yang berlebih berisiko terjadi baik di area penyimpanan pabrik maupun di jaringan diler resmi.

"Namun, kami sampai saat ini masih menghitung secara komprehensif secara internal. Namun, ide dasarnya seperti itu. Ya, kami ingin menjual, kalau bisa, mengoptimalkan kuantitas yang bisa diproduksi oleh manufaktur kami," ujar Luther, Sabtu (07/02/2026).

Data Penjualan BYD 2025Jumlah Unit
Total Penjualan Retail44.342 Unit
Status PertumbuhanSignifikan

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), BYD mencatatkan penjualan retail sebanyak 44.342 unit sepanjang tahun 2025. Capaian ini menunjukkan pertumbuhan yang pesat bagi merek asal China tersebut.

Meskipun angka penjualan 2025 sudah cukup tinggi, jumlah tersebut masih berada di bawah kapasitas maksimal pabrik yang sedang dibangun. Oleh karena itu, optimalisasi pasar menjadi fokus utama BYD menyambut operasional pabrik tahun depan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow