Menu
Close
Asatunews.co.id

Satu Berita Banyak Persepektif

OJK Beri Restu Rights Issue PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk, Targetkan Dana Rp3,2 Triliun

OJK Beri Restu Rights Issue PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk, Targetkan Dana Rp3,2 Triliun

Smallest Font
Largest Font

Persetujuan ini menjadi fase krusial bagi INET untuk mengamankan pendanaan dalam jumlah besar. Melalui aksi korporasi ini, perseroan menargetkan perolehan dana segar hingga Rp3,2 triliun, yang akan difokuskan pada ekspansi jaringan telekomunikasi dan infrastruktur digital di wilayah strategis Indonesia.

Langkah rights issue ini sekaligus mencerminkan optimisme manajemen terhadap prospek pertumbuhan permintaan layanan internet berkecepatan tinggi. Fokus pengembangan jaringan Fiber To The Home (FTTH) dan pemanfaatan teknologi Wi-Fi generasi terbaru menjadi fondasi strategi bisnis INET dalam beberapa tahun ke depan.

OJK Setujui HMETD PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk

Dalam prospektus ringkas yang dipublikasikan perseroan, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 12,8 miliar saham baru biasa atas nama. Saham baru tersebut memiliki nilai nominal Rp10 per saham.

Harga pelaksanaan HMETD ditetapkan sebesar Rp250 per saham. Dengan struktur ini, manajemen memperkirakan dana yang dapat dihimpun dari aksi korporasi tersebut mencapai maksimal Rp3,2 triliun. Rights issue ini menjadi salah satu aksi pendanaan terbesar INET sejak melantai di bursa.

Persetujuan OJK memberikan sinyal bahwa rencana pendanaan dan penggunaan dana INET dinilai telah memenuhi aspek kepatuhan dan transparansi. Dalam praktik pasar modal, pernyataan efektif dari OJK menjadi aspek fundamental yang meningkatkan kepercayaan investor terhadap kelayakan suatu aksi korporasi.

Penerbitan Waran Seri II sebagai Insentif Investor

Selain menerbitkan saham baru, INET juga akan mengeluarkan sebanyak-banyaknya 3,2 miliar Waran Seri II. Dari jumlah tersebut, sekitar 2.304.000.000 Waran Seri II akan melekat dan menyertai saham baru dalam Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PM-HMETD I).

Waran ini diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif kepada pemegang saham baru yang melaksanakan haknya. Strategi ini lazim digunakan untuk meningkatkan daya tarik rights issue, terutama di tengah kondisi pasar yang semakin selektif.

Apabila seluruh Waran Seri II dieksekusi, instrumen ini berpotensi menambah dana perseroan hingga Rp691,2 miliar. Tambahan dana tersebut akan semakin memperkuat fleksibilitas keuangan INET dalam mendukung rencana ekspansi lanjutan.

Pemegang Saham Pengendali Siap Jadi Standby Buyer

Pemegang saham pengendali INET, PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara, telah menyatakan kesanggupannya untuk bertindak sebagai pembeli siaga atau standby buyer. Komitmen ini menjadi elemen penting dalam menjamin keberhasilan rights issue.

AKUN siap mengambil sisa saham porsi publik yang tidak terserap pasar, dengan jumlah maksimal mencapai 5.652.377.067 saham. Kehadiran standby buyer menunjukkan tingkat keyakinan pemegang saham pengendali terhadap prospek bisnis INET ke depan.

Dalam perspektif investor, adanya pembeli siaga sering kali dipandang positif karena mampu meminimalkan risiko rights issue tidak terserap secara optimal. Hal ini sekaligus mencerminkan dukungan penuh pemegang saham pengendali terhadap strategi ekspansi perseroan.

Alokasi Dana untuk Ekspansi FTTH dan Infrastruktur Digital

Seluruh dana segar yang diperoleh dari PM-HMETD I akan digunakan untuk mendukung ekspansi bisnis INET di sektor telekomunikasi dan infrastruktur digital. Porsi terbesar dari dana rights issue dialokasikan untuk pengembangan jaringan internet berkecepatan tinggi.

Sekitar Rp2,8 triliun dari dana HMETD akan disalurkan melalui entitas anak, PT Garuda Prima Internetindo. Dana tersebut akan digunakan untuk mengembangkan jaringan Fiber To The Home (FTTH) dengan teknologi Wi-Fi 7 yang memiliki kecepatan dan stabilitas lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya.

Melalui investasi ini, INET menargetkan mampu melayani hingga 2 juta pelanggan baru. Fokus wilayah pengembangan mencakup kawasan strategis Pulau Bali dan Lombok, yang dikenal memiliki pertumbuhan sektor pariwisata, properti, dan ekonomi digital yang pesat.

Pelunasan IRU Kabel Bawah Laut dan Modal Kerja

Selain ekspansi jaringan darat, INET juga memperkuat infrastruktur backbone. Sekitar Rp215,38 miliar akan dialokasikan kepada entitas anak PT Pusat Fiber Indonesia untuk melunasi biaya Indefeasible Right of Use (IRU) jaringan kabel bawah laut kepada PT JMP.

Pelunasan IRU jaringan kabel bawah laut ini dinilai strategis karena berperan penting dalam meningkatkan kapasitas dan reliabilitas transmisi data lintas wilayah. Infrastruktur ini menjadi tulang punggung konektivitas, khususnya untuk daerah kepulauan.

Sisa dana dari rights issue akan digunakan sebagai modal kerja perseroan dan entitas anak. Modal kerja ini mencakup kebutuhan operasional, pemeliharaan jaringan, serta penguatan struktur keuangan secara keseluruhan.

Dampak Dilusi bagi Pemegang Saham Lama

Manajemen INET juga mengungkapkan potensi risiko bagi pemegang saham lama yang tidak melaksanakan haknya dalam rights issue ini. Jika pemegang saham lama tidak mengambil bagian, maka kepemilikan mereka berpotensi terdilusi hingga maksimal 57,14 persen.

Informasi ini menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan investor. Dalam konteks transparansi pasar modal, penjelasan mengenai potensi dilusi merupakan bagian dari upaya perlindungan investor agar dapat mengambil keputusan yang terinformasi.

Sinyal Strategis Penguatan Bisnis Jangka Panjang

Aksi korporasi ini dipandang sebagai sinyal kuat dari manajemen INET dalam memperkuat pondasi bisnis jangka panjang. Fokus pada pengembangan FTTH, teknologi Wi-Fi 7, serta infrastruktur kabel bawah laut menunjukkan bahwa perseroan menargetkan posisi strategis di tengah meningkatnya kebutuhan konektivitas digital nasional.

Dalam pernyataan umum yang kerap disampaikan regulator, Otoritas Jasa Keuangan menekankan pentingnya tata kelola, keterbukaan informasi, dan penggunaan dana hasil aksi korporasi secara akuntabel. Prinsip ini menjadi acuan utama dalam menjaga kepercayaan investor dan stabilitas pasar modal.

Dengan restu OJK dan komitmen kuat dari pemegang saham pengendali, rights issue PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk berpeluang menjadi pendorong pertumbuhan signifikan. Ke depan, keberhasilan realisasi ekspansi akan menjadi kunci dalam menilai efektivitas strategi yang telah dirancang manajemen.

Editors Team
Daisy Floren
Daisy Floren
Haryanto Author

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow